Minggu, Desember 2

Tanjunghurip


         Tanjunghurip berdiri pada tahun 1984 hasil  pemekaran dari Desa Cikondang Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang. Awal cerita tanjunghurip hanya sebuah dusun yang dihuni kurang lebih 500 kepala keluarga. Melihat dari kondisi dusun yang pada waktu itu jauh dari pemerintahan yang ada, maka segenap unsur dan elemen masyarakat yang diprakarsai tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan berkumpul bersama membuat keputusan bersama untuk menyatakan suatu sikap bahwa dusun cibungur harus menjadi sebuah desa. Sangat beralasan sekali ketika para tokoh menyatakan sikap seperti itu karena cibungur sudah layak menjadi sebuah desa, karena dilihat dari peta wilayah jumlah penduduk sangat memadai dijadikan sebuah desa. Pemekaran sangatlah bisa dipahami dan dimaklumi, karena masyarakat harus diberikan pelayanan yang lebih cepat dan lebih mudah, lebih jauhnya bagi masyarakat harus mendapatkan kehidupan yang layak  dengan  harapan masyarakat bisa sejahtera.
     Berbicara masalah cibungur yang merupakan cikal bakal menjadi Desa Tanjunghurip.Cibungur merupakan sebuah nama yang diambil dari nama pohon, konon katanya ki bungur berdiri tegak di dusun cibungur yang berdampingan dengan mata air cai kahuripan. Bertepatan runtuhnya ki bungur karena mungkin dimakan waktu karena ki bungur sudah tua usianya tinggalah mata air kahuripan, dengan itulah nama tanjunghurip berdiri dengan tegak dan perkasa untuk menggantikan dusun cibungur menjadi desa tanjunghurip, itupun bukan tidak ada alasan yang pasti seluruh tokoh menyatakan membuat keputusan untuk mengganti nama cibungur menjadi Tanjunghurip atas dasar mufakat bersama dan dilatarbelakangi dengan kondisi alam letak wilayah potensi yang ada, maka tanjunghurip diambil dari nama tempat (sawah tanjung) dan dari nama mata air (cai kahuripan) jadilah nama TANJUNGHURIP. Nama yang sederhana itu memikul harapan dan keinginan dan juga harus bertanggungjawab atas keinginan masyarakatnya, karena nama itu mengandung arti masyarakat harus nanjung dan hurip dalam menjalani kehidupan, karena nama tanhunghurip mengandung makna:
·         TANJUNG artinya nanjung dalam artian maju.
·         HURIP artinya waluya dalam artian sejahtera.
       Dari nama yang sederhana dan diawali dari sebuah tanjunghurip, semoga mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan masyarakatnya. Tanjunghurip kini menjelma sebuah desa yang meliputi luas wilayah 300,85 hektare dan membawahi 2 dusun yaitu Dusun Cibungur dan Dusun Neglasari.kedua dusun ini masing-masing membawahi 2 RW, untuk Dusun Cibungur membawahi RW 01 dan RW 03, RW 01 membawahi 3 RT dan RW 03 membawahi 6 RT, sedangkan Dusun Neglasari membawahi 2 RW yaitu RW 02 dan RW 04, Rw 02 membawahi 5 RT dan RW 04 membawahi 3 RT. Pada tahun 2000 Desa Tanjunghurip dan Desa Cikondang masuk ke wilayah kecamatan pemekaran yaitu Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang.
Perjalanan Singkat Pemerintahan Desa Tanjunghurip
       Pada tahun 1984 berdirilah Desa Tanjunghurip, namun pada waktu itu belum adanya kepemimpinan kepala desa terpilih. Maka dalam kurun waktu 1 tahun tanjunghurip dengan kesepakatan bersama para tokoh masyarakat ditunjuklah sementara untuk menjadi peminmpin desa yaitu Bapa Udeh Supardi. Dikarenakan pada waktu itu belum mempunyai kepala desa hasil pemilihan maka segenap unsur masyarakat meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan merumuskan untuk adanya pelaksanaan pemilihan kepala desa dengan hasil keputusan itu, maka di tahun 1985 diadakanlah pemilihan kepala desa untuk periode 1985 sampai dengan 1993 untuk masa kerja 8 tahun, dari  hasil pelaksanaan pemilihan kepala desa tersebut maka terpilihlah Bapak Kandi yakso untuk memingpin roda pemerintahan Desa Tanjunghurip kemudian pak Kandi yakso pun terpilih kembali menjadi Kepala Desa untuk periode 1993 sampai dengan 2001. Namun ditengah perjalanan masa jabatannya Pak Kandi tidak bisa meneruskan roda pemerintahan sampai dengan selesai. Melihat kondisi pada waktu itu maka seluruh komponen yang adanya mengambil sikap untuk adanya pemilihan kepala desa baru, maka diadakanlah pemilihan kepala desa dan terpilihlah Bapak Didi sebagai kepala desa yang baru  menjabat pada periode Tahun 1994 sampai dengan 2006. Setelah habisnya masa pemerintahan kepala desa periode 1994-2006, maka tanjunghurip pun mengadakan kembali pemilihan kepala desa yang pada waktu itu dilaksanakan pada tanggal 22 februari tahun 2007, terpilihlah Bapak Yayat suharyat untuk menjalankan roda pemerintahan periode 2007 sampai dengan 2013.Pada kepemimpinan Bapak Yayat suharyat terjadi pemekaran wilayah diantaranya yang semula Dusun Cibungur membawahi 1 RW dan 5 RT, Dusun Neglasari membawahi 1 RW 5 RT. Melihat kondisi seperti itu karena jumlah penduduk semakin bertambah maka dimekarkanlah Dusun Cibungur menjadi 2 RW 9 RT dan Dusun Neglasari menjadi 2 RW 8 RT.   
        Selayang pandang mengenai Desa Tanjunghurip semoga menjadi catatan mudah-mudahan berguna untuk kelangsungan pemerintahan dan masyarakatnya, dengan demikian Tanjunghurip mempunyai Visi dan Misi :
Visi:”Terwujudnya masyarakat desa tanjunghurip yang maju,sehat,sejahtera yang dilandasi keimanan dan ketakwaan serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya adat istiadat dan aspek hukum untuk mendukung akselerasi pencapaian Visi kabupaten sumedang  SEHATI(sejahtera,agamis dan demokratis).
Dalam rangka pencapaian visi maka dirumuskan misi desa tanjunghurip sebagai berikut:
Misi:”
a)  Meningkatkan kapasitas tata pemerintahan desa untuk bias memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang lebih baik.
b)  Meningkatkan kualitas dan kapasitas pembangunan serta pemberdayaan serta pemberdayaan masyarkat desa yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan.
c)  Meningkatkan dan mengembangkan hasil pertanian dan sumberdaya alam lainnya menuju tercapainya kesejahteraan masyarakat.

Profil Desa Tanjunghurip

IDENTITAS
1.      Nama Desa
2.      Pusat pemerintahan/kantor
3.      Telepon/Faximili
4.      Kecamatan
5.      Kabupaten/kota
6.      Status Desa

: Tanjunghurip
: Jln.Cibungur No.1 Tanjunghurip45356
: 085302610117
: Ganeas
: Sumedang
: Swadaya
DATA UMUM
1.      Batas wilayah :
§  Sebelah Selatan
§  Sebelah Utara
§  Sebelah Barat
§  Sebelah Timur
2.      Kondisi Geografis :
§  Ketinggian
§  Suhu udara
§  Curah hujan
3.      Topografi bentuk wilayah
4.      Jarak pusat pemerintahan desa :
§  Kecamatan
§  Kabupaten
§  Provinsi
5.      Luas wilayah peruntukan lahan
§  Tanah sawah
§  Tanah perkebunan
§  Tanah kering
§  Tanah hutan

6.      Kelembagaan :






7.      Jumlah penduduk :
§  Kepala keluarga
§  Laki-laki
§  Perempuan
8.      Sarana perekonomian


9.      Sarana pendidikan





10.  Sarana jalan/jembatan :
§  Jalan
§  Jembatan
11.  Sarana transportasi darat
12.  Sarana komunikasi
13.  Mata pencaharian penduduk :
§  Petani
ü Laki-laki
ü Perempuan

§  PNS
§  POLRI
§  Wiraswasta
§  Buruh

§  Pengrajin industri rumah tangga :
ü Laki-laki
ü Perempuan
§  Pedagang
§  Pegawai swasta :
ü Laki-laki
ü Perempuan
14.  Sarana pengairan :
§  Dam
§  Sungai
§  Mata air
§  Sumur gali
§  Sumur pompa
15.  Sarana social budaya :
§  Mesjid jami
§  Mushola
§  Pariwisata

: Dayeuh luhur
: Cikoneng
: Cikondang
: Sukawening

: 600 mdl
: 25-30 derajat celcius
: 2500 mm
: Datar berbukit

: 4 km
: 8 km
: 55 km

: 96 ha
: 190,3 ha
: 174,45 ha
:

§  BPD
§  LPM
§  PKK
§  KARANGTARUNA
§  DASA WISMA
§  RT/RW
§  LINMAS

: 671 kk
: 1097 orang
: 1027 orang
§  KSP
§  HOME INDUSTRI

§  TK

§  PAUD

§  SD

§  SMP

: Jalan kabupaten dan jalan desa

: 1 buah

: 1 buah
: 1 buah



: 367 orang

: 351 orang


: 13 orang

: 2 orang


: 2 orang



: 7 orang

: 28 orang
: 5 orang


: 19 orang

: 24 orang


: 2 buah
: 1 buah

: 7 buah
: 68 buah

:16 buah


: 4 buah

: 6 buah
: wisata jiarah Makam pasarean dan makam      jabung